Skip to main content

Posts

Karena Beasiswa World in Serbia. Terimakasih ✿☺

“Aku kira patah hati hanya soal CINTA, ternyata ada banyak patah hati lainnya.” - Anissun Terimakasih sudah mengajarkan aku banyak hal: Tentang diriku Tentang kepercayaan Tentang kesendirian Tentang kesepian Tentang kehidupan yang tertutupi Tentang kehidupan yang tersembunyi Tentang kehidupan yang terabaikan Tentang banyak hal lainnya yang seharusnya disyukuri Tentang kamu yang sekarang Insya Allah sudah aku ikhlaskan Aku bersyukur dikenalkan denganmu. Aku bersyukur dengan adanya kamu. Terimakasih banyak tentang semua hal yang terlewati bersamamu selama hampir dua tahun. Maaf atas usahaku yang banyak kurangnya, banyak cacatnya. Alhamdulillah. Aku salah satu orang yang beruntung kala itu hingga saat ini. Karena sudah diizinkan untuk merasakan yang orang lain impikan, yang orang lain harapkan. Maaf jika kecewa. Tapi bolehkah aku memohon? Jangan hadirkan kekecewaan yang banyak. Jangan hadirkan kekecewaan yang panjang. Bukan tentang aku yang melupakan. Aku yan...

Cerita Ramadhanku di Serbia tahun 2018

"Ramadhan tiba ... Ramadhan tiba ... Ramadhan tiba ... Marhaban Ya Ramadhan ... Marhaban Ya Ramadhan ... Marhaban Ya Ramadhan ... Marhaban Ya Ramadhan ..."  Lagu Opick - Ramadhan tiba mengawali ramadhanku kali ini untuk memberikan kesan seperti suasana awal ramadhan di Indonesia. Tahun 2018 adalah tahun keduaku merasakan ramadhan di tanah rantau. Tidak semeriah dengan Ramadhan di Indonesia, ramadhan di Serbia terasa seperti hari-hari biasa, tidak ada yang istimewa. Tidak ada ta'jil, tidak ada ngabuburit maupun libur ramadhan. Hal itu dikarenakan populasi muslim di Serbia hanya 3,10 % dan kebanyakan dari mereka tinggal di kota Novi Pazar, Tutin dan Sjenica. Di Negara yang sama di Serbia dan di kota yang berbeda di Novi Sad, aku menjalani ramadhan keduaku dengan suasana yang berbeda. Novi Sad adalah kota terbesar kedua di Serbia, ibukota provinsi otonom Vojvodina. Kota yang terkenal dengan tingkat toleransi yang tinggi dan keramahan masyarakatnya yang bahkan tidak seg...

BUDAYA SERBIA (EROPA TENGGARA) YANG PATUT DICONTOH (1)

SERBIA? Terasa asing di telinga ketika mendengarnya. Dalam hati aku berkata “Dimanakah Serbia?” “Adakah negara yang bernama Serbia?”  Lalu aku membuka formulir beasiswa Serbia. Aku menemukan huruf-huruf aneh di dalamnya. Tulisan apa ini? Rasanya seperti tulisan Rusia tetapi disini negara Serbia.  Karena bertanya pada diri sendiri, tidak mendapat jawaban. Sedang aku sudah mulai penasaran, lalu aku mengetik kata kunci “Serbia” di  Google. Lalu munculah tampilan seperti di atas. Aku berkata kembali di dalam hati “Oh Serbia ada di Eropa” “Oh gitu”. Ya, Serbia merupakan negara ex Yugoslavija, yang dikenal sebagai Balkan, terletak di sebelah Eropa Tenggara.  Beberapa huruf Serbia mirip dengan huruf Rusia. Namun ... pembahasan yang ingin aku bahas bukan soal bahasa. Berat tau, takut kalian gak kuat, aku aja gak kuat :D Nah, aku mau nanya nih sama kalian (Lu kok nanya mulu dah nis? Maafkan saya ya netijen) Pernah gak sih kebayang di benak kalian untuk ...

Kesendirian miliknya ☻

Assalamu'alaikum. Ini Aku. Bersama tulisan baruku. Yang siap menempuh langkah baru di tahun 2019. Tapi... Bolehkah aku bercerita sedikit ke arah belakang? Maaf harus ada "tapi" di depan, aku hanya ingin berbagi sedikit sebuah rasa yang lama menetap, aku kira ini sudah cukup lama aku rahasiakan. Bukankah kamu sudah penasaran? Baik kita mulai saja. Bantu hitung ya? Satu Dua Tiga Halo, ini aku, bukan dia si penulisnya, aku hanya sepenggal kisah yang ingin dia ceritakan, sebut saja aku si manis 2018. Aku tidak lahir begitu saja, dia yang menciptakan aku dari setiap langkah yang ia lakukan selama tahun 2018 di hidupnya. Aku rasa dari sekian banyak tahun, akulah yang paling manis kisahnya. Menemani dia yang kala itu menetap di negara asing daerah Eropa. Di dunia baru tanpa sesosok orang yang samaan seperti dia dalam pandangannya. Dia hampir seorang diri namun tidak benar-benar sendiri. Dia hanya terjebak dalam kesendirian yang dia buat sen...

Jangan jadi JAUH!

“Sejauh manakah kita bertanggung jawab atas diri kita sendiri? Sejauh manakah kita tidak mendzolimi diri kita sendiri? Itu semua bergantung pada Sejauh manakah kita mengenal diri kita sendiri.” Mari coba berbisik, bertanya dan berdiskusi kembali pada kesayangan “Si diri kita sendiri”. Apakah kita “Sejauh” itu? Jika “iya”, sejauh manakah itu? Seberapa besarkah jarak yang tercipta oleh diri kita sendiri? Apakah kita benar-benar menyayangi diri kita? Ini ... ada CERMIN, coba kamu gunakan, tidak perlu beli, sudah ada di sekitar kita. Kalau kamu ingin tahu dan menemukan jawabannya kamu harus menemukan CERMINnya dulu lalu memulai perjalananmu. Klik tombol “Start”-mu dengan Niat karena Lillah. Memang tidak semudah itu untuk menemukannya. Tapi tak apa Allah yang akan menunjukkannya, mohonkanlah selalu dalam balut doa terutama di sepertiga malam kita. Anggap saja kamu sedang bermain Hide & Seek, dimana yang bersembunyi akan kita temukan setelah berusaha mencar...

Tahapan proses menuju pernikahan (Ringkasan pengalaman dari Gellis Firdha Auliana)

     Tahapan Persiapan Ta’aruf: ❤  Mencari tahu kualifikasi orang tua terhadap kita yang menyatakan bahwa kita sudah - ‘SIAP’ untuk menikah ❤   Menemukan jati diri dan tujuan hidup “Siapa yang mengenal dirinya maka dia akan mengenal Tuhannya” Siapa saya? Darimana saya berasal? Siapakah yang menciptakan saya? Untuk apa saya diciptakan? Kemana saya akan pergi setelah ruh berpisah dari raga? Bagaimana saya ingin menjalani kehidupan saya? Apa impian terbesar saya? Bagaimanakah langkah konkret untuk mewujudkan impian tersebut? Ingin jadi apakah saya? Bagaimanakah peta hidup dan dakwah saya ke depan? ❤   Melakukan misi program Amal Yaumi selama 1 bulan dengan menargetkan amalan-amalan ibadah wajib maupun sunnah Sholat 5 waktu di waktunya (    ) Membaca & Tadabbur Al-Qur’an per hari (    ) Qiyamul lail setiap sepertiga malam (    ) Sholat Dhuha (    ) Sholat Sunnah Rawat...

Alhamdulillah. Genap Satu Tahun Bersama ❤ ♡ ♥

 (Bacanya seperti khas bicaranya Anis. Ok?) Hari ini, tanggal 05 Januari 2018 satu tahun kita bersama, dan khusus Navira yang pertama singgah di tanggal 03 Januari 2017. Intinya kita berenam (Aku, Kak Ade, Kak Puspita, Navira, Anita & Azri) sudah bersama setahun ini di Serbia. Gak kerasa yaaa? Udah satu tahun aja kita jauh dari Indonesia dan kalian yang jadi keluarga terdekat aku. Kadang aku ingin waktu cepat berlalu, kadang pula sebaliknya. Ada dua hal yang terlibat dalam pemikiran itu. Dua hal itu adalah karena Aku ... tentu saja merindukan Indonesia, dan aku juga tidak ingin waktu bersama kalian cepat berlalu (Kemesraan ini janganlah cepat berlalu ♫♬♪♩ Masih inget kan kita sering nyanyiin lagu ini bareng di Avala?). Kalau dirasa-rasa ... rasanya egois sekali aku mengatakan hal itu, tetapi kenyataanya memang seperti itu. Kalian ... buatku adalah takdir dari Allah. Walaupun pada awalnya aku tidak berfikir hal yang sama seperti sekarang. Seiring berjalannya waktu ya...