Skip to main content

Posts

Tahapan proses menuju pernikahan (Ringkasan pengalaman dari Gellis Firdha Auliana)

     Tahapan Persiapan Ta’aruf: ❤  Mencari tahu kualifikasi orang tua terhadap kita yang menyatakan bahwa kita sudah - ‘SIAP’ untuk menikah ❤   Menemukan jati diri dan tujuan hidup “Siapa yang mengenal dirinya maka dia akan mengenal Tuhannya” Siapa saya? Darimana saya berasal? Siapakah yang menciptakan saya? Untuk apa saya diciptakan? Kemana saya akan pergi setelah ruh berpisah dari raga? Bagaimana saya ingin menjalani kehidupan saya? Apa impian terbesar saya? Bagaimanakah langkah konkret untuk mewujudkan impian tersebut? Ingin jadi apakah saya? Bagaimanakah peta hidup dan dakwah saya ke depan? ❤   Melakukan misi program Amal Yaumi selama 1 bulan dengan menargetkan amalan-amalan ibadah wajib maupun sunnah Sholat 5 waktu di waktunya (    ) Membaca & Tadabbur Al-Qur’an per hari (    ) Qiyamul lail setiap sepertiga malam (    ) Sholat Dhuha (    ) Sholat Sunnah Rawat...

Alhamdulillah. Genap Satu Tahun Bersama ❤ ♡ ♥

 (Bacanya seperti khas bicaranya Anis. Ok?) Hari ini, tanggal 05 Januari 2018 satu tahun kita bersama, dan khusus Navira yang pertama singgah di tanggal 03 Januari 2017. Intinya kita berenam (Aku, Kak Ade, Kak Puspita, Navira, Anita & Azri) sudah bersama setahun ini di Serbia. Gak kerasa yaaa? Udah satu tahun aja kita jauh dari Indonesia dan kalian yang jadi keluarga terdekat aku. Kadang aku ingin waktu cepat berlalu, kadang pula sebaliknya. Ada dua hal yang terlibat dalam pemikiran itu. Dua hal itu adalah karena Aku ... tentu saja merindukan Indonesia, dan aku juga tidak ingin waktu bersama kalian cepat berlalu (Kemesraan ini janganlah cepat berlalu ♫♬♪♩ Masih inget kan kita sering nyanyiin lagu ini bareng di Avala?). Kalau dirasa-rasa ... rasanya egois sekali aku mengatakan hal itu, tetapi kenyataanya memang seperti itu. Kalian ... buatku adalah takdir dari Allah. Walaupun pada awalnya aku tidak berfikir hal yang sama seperti sekarang. Seiring berjalannya waktu ya...

Kekuatan dari Surat ter-Manis

Pertemuan ini bukan hanya sekedar bertemu dan sekilas kenal. Namanya, Suciati Cipta Sejati, suka dipanggil Cici, sudah kenal sejak di bangku sekolah (SMK). Saat itu kenal hanya sekedar kenal, bertemu hanya sekedar bertemu itupun karena satu sekolah dan satu klub bahasa Inggris. Kejutan dari ruang dan waktu 2 tahun lalu yang membuat kami bertemu lagi setelah kelulusan beberapa tahun. Siapa yang menduga kalau akhirnya pertemuan ini menjadikan kami teman yang dekat atau bisa dibilang sahabat. Aku selalu meyakini bahwa setiap pertemuan akan meninggalkan satu hal bahkan lebih. Entah berupa apa itu? Kamu akan tahu sendiri. Aku bersyukur karena Allah menciptakan seorang Cici, seperti bagian dari namanya, Cici memang pantas untuk diciptakan. Dan beruntungnya aku, dia adalah harta karun berharga yang aku temukan. Kehadirannya dikala itu adalah dikala aku sedang memperjuangkan impianku, dan dia yang melihat perubahanku dari 0. Dia ... yang menampung segala rasa warna warni kehidupanku, baik...

Turkey! Dream comes true

Dua orang pecinta Turki (Aku dan Kak Puspita ) yang tidak sengaja dipertemukan dengan cara yang indah oleh-Nya. Lewat beasiswa Serbia lah kita bertemu. Sebelumnya kami hanyalah pejuang beasiswa Turki yang berkali-kali ditolak lamarannya dan Serbia adalah hadiah terindah setelah penolakan itu. Kak Puspita, dia lebih tua dariku, teman satu generasi Beasiswa World in Serbia yang dulunya adalah salah satu motivasiku untuk lulus beasiswa Serbia. Bahkan motivasinya mengalahkan cibiran negatif dari orang lain yang lingkungannya lebih dekat dengan aku, sedangkan dia? aku baru mengenalnya. Ada suatu kejadian yang membuatku berhutang, berkaitan dengan masa ribet-ribetnya dengan ujian akhir bahasa Serbia online dan pertemuan dengan seseorang. Sebagai pengganti hutang dia bilang aku harus teraktir dia minum kopi di Serbia. Ngeri yaaa, minta dibayarnya di Serbia :') Haha ------------------------------ Setelah itu di Serbia ... ------------------------------ "Kapan-kapan kita main ke...

(Chapter III) Beasiswa World in Serbia

Chapter ini adalah chapter akhir dari beasiswa, pemaparan tahapan awal dan akhir beasiswa secara detail yang biasa ditanyakan melalui email, facebook maupun instagram. Yang belum baca chapter sebelumnya bisa klik disini ( chapter 0 ,  chapter I  dan chapter II ). Jangan sedih yaaa karena ini adalah chapter terakhir tentang beasiswa. Insya Allah masih banyak cerita yang ingin diceritakan, misal tentang travelling di kota-kota di Serbia (perjalanan luar kota) dan cerita lainnya. Kemarin waktu isi acara ngabuburit online, ada satu pertanyaan yang menurutku paling menarik, seseorang bertanya tentang keunggulan Beasiswa Serbia dari Beasiswa negara lain. Dan aku sendiri tidak begitu puas dengan jawaban yang aku lontarkan. Untuk mengobati rasa yang tidak mengenakan itu, aku akan mencoba mengungkapkan pendapatku disini. Keistimewaan dari Beasiswa Serbia yang aku rasakan sejauh ini adalah para penerima beasiswa dibebaskan untuk memilih sendiri universitas dan jurusan yang mereka i...

(Chapter II) Beasiswa World in Serbia

Assalamu'alaikum. Ćao! Masih bersama denganku Anis Sundari, dan masih tentang Beasiswa. Kali ini aku ingin membagikan pengalamanku tentang perjalananku dari Jakarta ke Belgrade. Cukup singkat, menegangkan dan serba dadakan. Ini adalah pertama kali perjalananku dengan pesawat dan pertama kali ke luar negeri. Rasanya? Deg deg an pasti yaaa. Haha Jadi ... tepat pada tanggal 16 Desember 2016 aku mendapatkan pengumuman dari profesor online courseku tentang tenggang waktu tiba di Serbia, seperti inilah sebagian isi emailnya "Student who pass the final test on the online course should arrive in Belgrade by January 8, 2017 at the latest, in order to continue studying Serbian language. The course starts on January 9, 2017." Wow! Haha. Cukup mengganggu konsentrasi dan fokusku untuk mempersiapkan diri di ujian bahasa yang akan berlangsung pada tanggal 21 Desember 2016. Pikiranku mulai membuat banyak cabang. Alhamdulillah aku lulus ujian A1 dengan nilai yang aku inginkan d...

KAMU.

Kamu adalah Kamu, tujuanku. Tidak banyak yang tahu tentang Kamu. Hidupku banyak bercerita tentangmu. Keseharianku ada bayangmu. Kamu ... bagian dari yang tertunda dan sebagian yang aku relakan. Kamu ... perjalanan yang ingin aku tuju, menikmati setiap detik menit dan jam dalam sehari bersama. Kamu ... yang aku harap bisa bersama, kenyataannya Dia yang lebih tahu Kamu dan aku tidak bisa bersama. Dan Kamu ... Hal yang ingin aku bangun dari 0. Singgahmu sesaat ... sungguh ... sangat berarti. Memberikan makna yang sekarang baru aku sadari. Membuatku ingin bereksplorasi lebih dari yang aku tahu. Sedikit membuat keping-keping luka, karena Kamu yang kedua. Terimakasih :) Ketikan-ketikan ini hanya begitu saja terjadi menceritakan Kamu. Siapakah Kamu yang pertama? Sebuah perjalanan yang sudah direncanakan satu/dua tahun lalu bersama sahabat yang tidak sengaja bertemu di sebuah gedung tempat bekerja. Menjadi dekat, akhirnya memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama, berencana u...